This is my page. My space. I share what's in my head. Sometime it's inspiring thing. Sometime it's just vent of my mind. What's in this page is just a little piece(s) of my life. You can judge what I write. But not my life ;) - I write what I want to write. Because this is my space
Kamis, 31 Mei 2018
Flashback Song - Blurred Lines
Senin, 27 November 2017
For Women
Setiap orang pasti punya kekurangan. Tapi pasti juga punya kelebihan. Fokuslah di kelebihanmu saja, jangan sampai keadaan membuatmu meratapi 'kekurangan' yang menjadi alasan kamu ditinggalkan pasanganmu.
Rabu, 08 November 2017
Little Talk
Senin, 06 November 2017
Pure Love
Kamis, 02 November 2017
Pikiran Terbalik
Lalu, pernahkah kamu memikirkan semua itu, dan semuanya terasa sangat berat?
Jika iya, mungkin kamu bisa mencoba berpikir dengan Pikiran Terbalik.
Jika kamu kehilangan kepercayaan pada seorang teman, dan kamu yakin bahwa kamu tidak akan bisa kembali berteman tanpa kepercayaan, apakah lantas kamu akan pergi dan mencari teman lain?
Dengan pergi, ya, masalahmu dengan temanmu akan selesai. Mungkin kalian tak akan saling bertegur sapa, dan kalian akan memiliki hidup kalian masing-masing. Tapi masalahmu dengan dirimu sendiri tak akan pernah selesai. Kamu akan selalu hidup dalam rasa kecewa. Tidakkah kamu mau mencoba untuk berpikir terbalik? Jika pertemanan tidak bisa dijalin tanpa kepercayaan, kenapa kamu tak mencoba untuk menumbuhkan kembali kepercayaan itu? Tidak ada lagi kepercayaan, bukan berarti menutup kemungkinan untuk dapat percaya. Daripada mengeluhkan tidak adanya kepercayaan, kenapa kamu tak berusaha menumbuhkan kepercayaan kembali?
Jumat, 13 Oktober 2017
Live Here and Now
Kamis, 12 Oktober 2017
Do What You Want
What you wanna do
Do what you want
Do what you wanna do
What you wanna do
Do what you want
Look at everybody lookin'
Checkin' a reflection
What do you see?
Scratchin' at the surface
Searchin' for a purpose
Who do you wanna be?
A dick? A Jane? A King? Just a link on a chain?
And when you think this thinking drives you insane
It will
You need to get it out of your brain
And just...
Do what you wanna do
What you wanna do
What do you want?
Do what you wanna do
What you wanna do
Do what you want
Makin' up your own rules
Swimmin' in your own pool
Changin' the game
Give your life a good shake
Do it for your own sake
Never the same
Be loud, be still, be anything you want and you will
Be anything as long as it's real
Do what you feel...
And just...
Do what you wanna do
What you wanna do
What do you want?
Do what you wanna do
What you wanna do
Do what you want
What it it you want?
Source
my space
The world in my words
Everyone has it
So do you
Everyone can read mine
But not to get in to it
Please mind your own space
You have your own world to care about
Your hidden pleasure
Senin, 02 Oktober 2017
Litost
Will I lay by your side
Just to say that I'm yours
And you'll never be mine
...
And I swear I'll stay with you
But I just can't forgive
And I'll never be whole again
from: Litost by X Ambassadors
Minggu, 01 Oktober 2017
Healing from not Having
But, still, I don't have the cure for regreting the stupid thing I did yet
Jumat, 29 September 2017
Like A Fool
And put our necks out on the line
And you have broken every promise that we made
And I have loved you anyway
Took a fine time to leave me hangin' out to dry
Understand now I'm grievin'
So don't you waste my time
Cause you have taken
All the wind out from my sails
And I have loved you just the same
We finally find this
Then you're gone
Been chasin' rainbows all along
And you have cursed me
When there's no one left to blame
And I have loved you just the same
And you have broken every single fucking rule
And I have loved you like a fool
Sang by: Kiera Knightley
Rabu, 06 September 2017
Kata
Kamis, 31 Agustus 2017
Cinta
Kata orang,cinta itu rumit
Dia bisa buatmu sakit
Tapi tanpanya hidup terasa hampa
Bagaikan tubuh tanpa jiwa
Cinta bisa ciptakan bahagiamu
Cinta juga bisa bisa buat hatimu ngilu
Kadang bisa buatmu larut dalam rindu
Kadang juga buatmu terpuruk dalam sendu
Bagiku cinta adalah hal semu
Yang bisa ciptakan haru
Bagiku cinta itu indah
Manusia bisa raih bahagia dengan mencinta
Cinta itu suci
Ia tak ingin memiliki
Rasa yang hanya ada dalam hati
Dan tak seorangpun berhak menghakimi
Jangan pernah berusaha mencinta
Juga tak perlu pertaruhkan segalanya untuk dicinta
Cinta datangnya dari jiwa
Dan tak ada satupun manusia yang tahu kapan ia tiba
Mencintai dan dicintai adalah anugerah
Tak semua bisa merasakan keduanya
Jika kau mencinta, pastikan kau bahagia
Jika kau dicinta, haruslah kau bahagia
Jika kau merasa keduanya, pastilah kau orang terberuntung sedunia
Jumat, 04 Agustus 2017
Kenapa Tidak Bersyukur?
Memori akan hal-hal indah seakan berubah menjadi belati, yang menusuk dan mencabik2 perasaan ini. Pelan-pelan memori itu kuhapus satu persatu untuk mengurangi kesakitan ini. Mudahkah menghapus memori itu? Tidak! Setiap proses yang kujalani menimbulkan kesakitan-kesakitan yang lain. Bagaimana aku bisa bersyukur?
Aku beruntung begitu banyak yang menguatkanku. Aku bersyukur atas hal itu. Tapi kesakitan yang masih tersisa, dan terus mengendap ini, juga meluruhkan rasa syukur itu. Meskipun ucapan "Aku bersyukur" sempat bisa sedikit memberikan kelegaan dalam kehancuran ini.
Kadang kita sudah menyerahkan hidup kita untuk seseorang. Ketika kita sudah memberikan yang terbaik, mengorbankan segala ego dan perasaan kita, namun sama sekali tidak dianggap. Rasanya benar-benar percuma, dan sia-sia. Tapi kita juga perlu ingat, di luaran sana masih banyak mata dan hati yang memandang dan menghargai kita. Bahkan mereka rela ikut mengambil bagian untuk merasakan sakit yang kita rasa, agar beban yang kita rasa tidaklah begitu berat. Hidup kita tidak untuk satu orang saja. Menjadi inspirasi bagi orang lain, juga merupakan sebuah kebaikan dalam hidup. Bersyukurlah karenanya.
Aku merasa aku ini lemah. Tapi aku mendengar banyak orang di belakangku yang mengatakan bahwa mereka salut melihatku. Kata-kata itu sungguh merupakan penghargaan buatku. Aku jadi merasa bahwa hidupku ini memiliki arti. Dan kini, rasa syukurku ini benar-benar melegakanku, sampai sering aku terharu hanya dengan mengingatnya.
Selama kita masih hidup, tidak ada satu pun alasan bagi kita untuk tidak bersyukur. Bersyukur adalah hal wajib yang harus kita lakukan setiap hari. Kita tidak harus bersyukur hanya jika kita bahagia. Dalam keadaan apapun, sudah selayaknya kita bersyukur.
"Mari kita bangun dan bersyukur: walau kita tidak belajar banyak hari ini, setidaknya kita belajar sedikit; jika tidak belajar sedikit, setidaknya kita tak sakit; dan jika ternyata kita sakit, setidaknya kita tak mati. Karena itu marilah bersyukur."
Kamis, 16 Maret 2017
Menulis
Rabu, 16 November 2016
Pernikahan Oikumene
Seperti harapanku sebelum menikah, aku dan suami akan berbagi tentang proses persiapan pernikahan yang kami jalani.
Kebetulan hari ini tepat 10 bulan pernikahan kami :)
Berawal dari aku dan suami memutuskan untuk menikah. Karena agama kami berbeda, tentu persyaratan untuk melangsungkan pernikahan juga berbeda. Langkah awal yang kami lakukan adalah konsultasi dengan Pendeta dan Romo. Jawaban yang kami dapat dari keduanya: karena kami berasal dari GKJ dan Gereja Katolik (yang merupakan anggota PGI), kami tetap dapat saling menerimakan sakramen pernikahan. Pernikahan tersebut dinamakan Oikumene / Okumenis, yang mana pernikahan tersebut nantinya akan dipimpin oleh Romo dan Pendeta dan akan tercatat di Gereja Katolik dan juga Gereja Kristen.
Kami menikah di Gereja Katolik. Pernikahan beda gereja yang kami jalani tidak berbeda dengan pernikahan satu gereja. Sama-sama sakramen pernikahan, sama-sama sah, dan tidak mengurangi/menambah hak masing-masing sebagai warga Gereja. Yang membedakan pernikahan beda gereja dengan pernikahan satu gereja hanyalah 1 dokumen: surat dispensasi untuk menikah beda gereja. Surat itu berasal dari kevikepan, dan itu pun disiapkan oleh Gereja.
Seperti yang sudah disebutkan, prosedur yang harus kami lalui tidaklah berbeda dengan pernikahan satu Gereja. Namun, detailnya bisa jadi berbeda antara Gereja/Paroki satu dengan yang lainnya. Secara garis besar, inilah yang harus kami lakukan untuk menikah secara oikumene di Gereja Katolik:
1. Kursus Persiapan Perkawinan
2. Mendaftarkan rencana pernikahan
3. Penyelidikan Kanonik
Ini adalah proses paling menegangkan buatku. Kami akan diwawancarai oleh romo, sendiri-sendiri. Penyelidikan kanonik ini tujuannya untuk memastikan bahwa niatan menikah tidak ada unsur paksaan. Oh iya, dalam penyelidikan kanonik ini, pihak yang beragama Kristen harus mengajak 2 orang saksi (yang beragama Katolik). Saksi tsb akan diwawancara sedikit tentang calon pengantin. Jadi dianjurkan agar saksinya merupakan orang yang mengenal baik calon penganten, tapi ga boleh masih ada hubungan saudara. Kesaksian mereka juga sebagai syarat pengajuan dispensasi pernikahan beda gereja.
4. Wawancara oleh Majelis Gereja
Wawancara ini tujuannya kurang lebih sama dengan penyelidikan kanonik. Penyelidikan ini sebagai syarat dari Gereja Kristen. Wawancara dilakukan oleh Majelis Gereja. Untuk urusan administratif dan teknisnya, mungkin setiap Gereja juga berbeda. Karena kebetulan Papa mertua adalah Pendeta, kami banyak terbantu untuk urusan administratif. Jadi kami langsung sampai pada tahap isi form dan wawancara saja.
5. Menikah
Setelah semua keperluan administrasi selesai, dan kami dinyatakan lulus dalam penyelidikan Kanonik, rencana pernikahan kami diumumkan di Gereja Katolik 3 minggu berturut-turut. Di GKJ juga diumumkan. Setelah itu, kami dapat melangsungkan pernikahan. Kami menikah di Gereja Katolik, dipimpin oleh Romo dan Pendeta. Kami saling menerimakan sakramen Pernikahan, mengucapkan janji nikah, dan diberkati oleh Romo dan Pendeta. Tidak ada ekaristi dalam pemberkatan tersebut. Pernikahan tersebut sah menurut gereja, dan kami berdua tetap menjadi warga gereja Katolik dan Kristen. Tidak ada hak/kewajiban yang berubah.
Urusan Catatan Sipilnya gimana?
Ini adalah hal yang kami khawatirkan pada awalnya. Undang-undang pernikahan di Indonesia cukup menimbulkan kerancuan, dan mengakibatkan beberapa daerah tidak menerima pernikahan beda agama. Puji Tuhan, daerahku memperbolehkannya. Seperti yang tertulis di undang-undang pernikahan :
"Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu."
Tidak ada persyaratan khusus untuk mencatatkan pernikahan kami. Sekretariat Gereja sangat membantu kami dalam hal ini. Akhirnya, pernikahan kami pun menjadi sah di hadapan Tuhan dan Negara. :)
Berikut ini adalah persyaratan administratif dalam pernikahan kami:
Gereja
1. Surat Babtis
2. Sertifikat KPP
3. Surat Pengantar Ketua Lingkungan
4. Surat Dispensasi (Diurus Paroki)
Catatan Sipil
1. FC KTP 2 lembar dilegalisir pemerintah desa
2. FC Akte Kelahiran 2 lembar dilegalisir catatan sipil
3. Kartu Imunisasi
4. Surat keterangan pemerintah desa model N1,N2,N4
5. Pas foto hitam putih 4x6 8lembar, berdampingan
6. FC KTP 2 orang saksi rangkap 2
7. FC KK rangkap 2 dilegalisir
8. Surat Keterangan Belum Menikah dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Setempat (Khusus yg bukan penduduk bantul/sleman)
Demikianlah apa yang bisa kami bagi. Kalo mau teks pemberkatan pernikahan oikumene (yang dipimpin Romo dan Pendeta), juga boleh. Dengan senang hati akan kami share :)
Bisa colek saya di:
- Instagram: @nickoisniken
- Twitter: @nickoisniken (slowres, udah jarang twitter an)
- Line: nickoisniken
Semoga bermanfaat, Tuhan memberkati :)
Mau Pilih yang Mana?
Senin, 25 April 2016
Memaknai Hidup
Karena hari itu hari Minggu, dan kami tidak ada rencana untuk bepergian, kami meluangkan waktu untuk nongkrong di angkringan yg menjual donat kentang favorit kami. Pagi itu, seperti biasa,di angkringan itu ada beberapa tukang becak, tukang ojek, sopir taksi, dan ada beberapa calon penumpang kereta yang sedang menunggu jadwal keberangkatan kereta -atau mungkin juga nunggu jemputan-. Aku dan suami memilih tempat duduk di dalam angkringan, menghadap ke jalan. Kami duduk di samping tempat pak penjual membuat segala macam minuman.
Sambil menikmati teh hangat, donat kentang, dan makanan kecil khas angkringan, kami bisa melihat orang yang berlalu lalang di area stasiun. Kami juga sesekali tertawa kecil mendengar candaan bapak-bapak tukang becak yang sedang sarapan di sana. Suasana di situ begitu sederhana dan apa adanya. Tawa menggelegar ketika salah satu dari pembeli mengomentari hal aneh dengan celetukan khas yang sedang jadi bahan pembicaraan. Pagi itu terasa menyenangkan untuk bisa mendengar obrolan orang-orang di sana. Obrolan yang tidak memerlukan pengetahuan atau pendidikan tinggi untuk dapat diikuti.
Ketika aku selesai makan capcay 'ndeso' ku, datanglah seorang ibu penjual ketan. Ia berkeliling dengan sepeda tuanya, sambil membawa keranjang kecil yang berisi ketan dan jajanan yang dia jual. Setelah menyandarkan sepedanya di sebuah becak, dia duduk sambil memesan es jeruk, dan mengambil beberapa cemilan di angkringan. Kedatangan ibu itu membuat suasana angkringan menjadi lebih ramai. Ibu itu bercerita tentang kehidupannya yang tidaklah mudah. Suaminya sudah meninggal. Di usianya yang sudah lebih dari setengah abad, dia masih berjuang mencari sesuap nasi, menjual jajanan dengan mengayuh sepeda tuanya. Namun sepanjang dia bercerita, dia tidak pernah mengeluh. Aku melihat, dia selalu mensyukuri apa yang ada di hidupnya.
Beberapa orang yang sedang di area angkringan itu kemudian mengambil beberapa dagangan ibu itu, dan memakannya. Termasuk pak penjual angkringan yang ingin "nglarisi" dagangan ibu itu. Saat itu, ada seorang bapak tukang becak yang rambutnya sudah memutih, yang baru saja selesai makan. Dia berbicara pada pak penjual angkringan, kalau dia mau ngebon dulu untuk apa yang dia makan. Pak penjual angkringan dengan ringannya menjawab "santai saja", sambil hendak mengeluarkan kertas catatan.Dari sudut lain, seorang bapak sopir taksi menyahut, "udah, makan aja, aku yang bayar". Senyum lega memancar dari pak tukang becak, dan pak penjual angkringan urung mengambil kertas catatannya.
Tibalah saatnya ibu itu untuk pergi dan melanjutkan perjalanan. Ibu itu bertanya berapa total harga makanan dan minumannya, dan pak angkringan menjawab "sudah lah, ditukar sama ketanmu tadi saja" (Aku yakin, makanan yang dimakan ibu itu lebih mahal daripada ketan yang diambil oleh pak angkringan). Namun ibu itu tetap membayar uang seadanya, lembaran lusuh yang mungkin adalah hasil jualannya hari itu. Tidak ada perhitungan diantara mereka. Uang itu diambil dan disimpan oleh pak angkringan.
Beban hidup tidak menjadi alasan untuk mereka bersedih hati. Mereka masih bisa tertawa, dan berbagi dalam keterbatasan. Mereka masih sehat dalam usia yang tidak lagi muda. Tidak seperti orang kebanyakan, yang bahkan di usia 40an sudah sakit darah tinggi karena terlalu stress dengan beban hidup.
Mereka bersosialisasi tanpa memandang pendidikan atau kemampuan satu sama lain. Tidak ada satu pun dari mereka yang berusaha menunjukkan kepandaian mereka. Obrolan pun berlangsung dengan begitu cair, tanpa perlu berpikir. Mungkin itulah yang membuat suasanya begitu nyaman, karena tidak ada yang berusaha untuk terlihat 'lebih'.
Suasana seperti inilah yang aku dan suamiku nikmati. Melihat semangat, ketulusan dan rasa syukur yang terpancar dari mereka, dalam segala keterbatasannya. Hal-hal seperti ini yang selalu mengingatkan kami untuk selalu bersyukur, dan untuk terus berbagi. Belajar tentang kehidupan dari orang-orang tangguh ini. Memaknai hidup dengan penuh rasa syukur, dan selalu berbagi.
Rabu, 06 April 2016
New Life
Kamis, 10 Desember 2015
Menunggu dan Kesabaran
Contohnya menunggu waktu penerbangan pesawat yang di delay:
Jika maskapai tidak memberi tahu waktu yang pasti berapa lama penerbangannya di-delay,maka para penumpang akan menunggu dengan frustasi, karena menunggu dalam ketidakpastian.
Jika maskapai memberi tahu bahwa penerbangan di-delay katakanlah selama satu jam,maka para penumpang akan mengatur diri untuk bersabar selama satu jam. Jika dalam satu jam para penumpang sudah bisa terbang,maka tidak ada masalah. Jika setelah satu jam,maskapai mengumumkan penerbangan akan diperpanjang waktu delay-nya selama 1jam lagi, maka akan ada beberapa macam respon penumpang. Ada yang kembali bersabar,ada yang marah2 dan menunggu dengan frustasi.
Jika delay terus menerus diperpanjang,hampir bisa dipastikan kesabaran semua penumpang akan menipis. Ada yang marah2, ada yang membatalkan tiket,ada yang pindah ke maskapai lain. Meskipun mungkin akan ada penumpang yang tetap menunggu juga,walaupun seperti diberi harapan palsu terus menerus.
Intinya, kepastian yang diberikan akan menentukan tingkat kesabaran seseorang dalam menunggu. Menunggu bukan melulu tentang seberapa sabar seseorang. Tapi juga tentang seberapa besar kepastian yang diberikan.
Menunggu dalam ketidakpastian itu sungguh berat. Menunggu dengan frustasi karena waktu yang tidak pasti. Menunggu tanpa pernah tahu sampai kapan harus menunggu. Seperti berjalan dalam gelap,tanpa cahaya,tanpa pegangan. Tapi jika berhenti menunggu,maka akan dinilai tidak bisa sabar. Serba salah,dan serba menyakitkan.
