Rabu, 05 Juni 2013

Dunia Belum Buta

Tiga hari yang lalu, di hari Minggu pagi yang cerah, Rina, seorang temanku mengalami musibah. Saat dia ada di jalan, naik motor untuk menuju tempat untuknya berlari pagi, tanpa ba bi bu sebuah mobil menabraknya. Sopir mobil itu mengatakan bahwa saat kejadian, dia dalam keadaan mabuk.

Menurut cerita yang kudengar, motornya masuk ke kolong mobil (yang sopirnya) sialan itu, dan tubuh Rina terpental. Helm yang dipakai Rina hampir lepas. Akibatnya, Rina mengalami luka parah di kepalanya. Tak hanya kepala, engsel kaki kirinya bergeser, dan tulang panggulnya retak. Begitulah cerita yang kudengar.

Masalah tidak berhenti ketika Rina berhenti membuka matanya untuk waktu yang siapapun tidak tahu berapa lama dia akan kehilangan kesadarannya. Kabar simpang siur mengatakan bahwa keadaan Rina cukup parah, dan harus segera dilakukan operasi di kepala yang membutuhkan biaya puluhan juta. Cedera di kaki dan panggulnya juga perlu dioperasi. Darimana biayanya? Semua orang yang mengenalnya makin cemas. Ada sedikit kelegaan ketika dengan jaminan asuransi membuatnya bisa masuk ruang operasi untuk membedah batang otaknya.

Singkat cerita, operasi pertama dapat dilalui, meskipun kesadaran Rina juga belum bisa diprediksi. Kami, teman-teman Rina bergegas menjenguk Rina pada Senin sore bersama-sama berangkat dari kantor. Tak sedikit dari kami yang terpukul melihat keadaan teman kami yang terbaring di ruang ICU. Dia tak merespon saat kami memanggilnya. Hanya setitik air mata yang keluar dari matanya yang lebam itu. Padahal, tiap kali berpapasan dengannya, sapaan ceria selalu terlontar dari bibirnya yang selalu tersenyum. Hati kami serasa rontok melihat keadaannya.

Setelah kami bergiliran (mencoba) berbincang dengan Rina, kami menuju bagian administrasi. Kami semua terkejut karena biaya operasi dan perawatan Rina sudah dua kali lipat besarnya dari prediksi biaya yang kami tahu. Dan itu belum termasuk biaya operasi yang akan dijalani pada kaki dan panggul setelah keadaan Rina stabil. Ya Tuhan... Begitu besar cobaan yang dialami oleh teman kami ini...

Setelah melihat keadaan keluarga Rina dan juga setelah mengetahui respon sopir penabrak yang tidak bertanggung jawab itu, kami memutuskan untuk melakukan penggalangan dana untuk Rina. Apapun kami lakukan. Broadcast message di BB, email resmi kantor, sampai sharing di jejaring sosial, semua kami lakukan. Entah bagaimana nantinya respon dari penerima pesan-pesan itu, kami tetap melakukan apa yang kami bisa.

Aku pribadi, mencoba optimis dalam kepesimisanku. Tidak semua orang yang kami kirim pesan mengenal Rina. Belum tentu mereka akan mau membantu. Bagiku, berapapun yang dapat kami kumpulkan, pasti sangat berarti buat Rina. Dan aku juga menekankan untuk mohon doa bagi temanku ini, karena menurut dokter, Rina perlu mujizat untuk sembuh. Ya, doa adalah yang paling dibutuhkan olehnya.

Ternyata dunia ini belum buta dan tuli. Di dunia ini masih banyak orang yang mau peduli. Dua hari usaha kami sudah mendapat bantuan yang cukup banyak. Banyak orang yang tidak mengenal Rina pun ikut membantu, tanpa ba bi bu, tanpa pamrih, semua demi Rina. Aku sampai merinding saat mengetahui begitu banyaknya orang yang peduli, yang mau membantu, juga besarnya antusias dan doa untuk Rina.

Satu hal baik, Rina terhitung cukup kuat untuk bertahan dan berjuang untuk sembuh. Doa-doa untuknya membuat Rina makin kuat melawan apa yang sedang dialaminya. Semoga dengan segala bentuk bantuan dan dukungan untuknya, Rina makin kuat dan segera pulih.

Kepedulian untuk Rina sangat indah.... Ternyata dunia ini masih punya hati dengan kepedulian di dalamnya...

Keep pray for Rina...

Kamis, 23 Mei 2013

Cerita di Kamis Pagi

Waktu bangun tidur pagi ini, setelah mematikan alarm di hp, seperti biasa aku masih ingin lanjut bermalas-malasan di tempat tidur. Tapi tiba-tiba aku teringat dengan nasi. Aku masih punya nasi yang seharusnya untuk makan malam kemarin sore. Nasi ini harus kumakan pagi ini. Karena males ribet bikin lauk, kuputuskan untuk bikin nasi goreng saja.

Aku memasak nasi goreng dengan memakai bumbu rahasia. Sampai sekarang aku juga ga tau sih, itu bumbu rahasianya apa. Soalnya itu rahasianya Indofood. Iya, aku pake bumbu racik nasi gorengnya Indofood.hehehe... Maklum, anak kost butuh yang praktis-praktis. Dan aku sudah menyiapkan stok berbagai macam jenis bumbu rahasia.

Proses memasak pun dimulai. Aku mengolah nasi itu dengan kecepatan tangan hampir sama seperti chef profesional, meskipun tanpa persiapan yang berarti. Ketika nasi di teflon sudah mulai memanas, dengan cepat dan sigap, ku ambil bumbu rahasia itu dari tempat penyimpanannya. Cepat karena buru-buru biar ga telat dateng ke kantor. Walaupun akhirnya tetep telat juga sih..hihihi...

Semua proses masak di pagi hari ini berjalan normal dan lancar. Sampai aku merasa ada yang aneh dengan nasi gorengku setelah mencampurkan bumbu rahasia itu pada nasi. Aromanya aneh, nggak seperti biasanya. Aku curiga, jangan-jangan bumbunya sudah kadaluwarsa. Kulihat dibalik bungkus bumbu itu, expired date masih November 2013. Kutaruh lagi bumbu itu. Dan kuteruskan mengaduk nasi goreng.

Aku masih merasa ada yang aneh. Mungkin kurang bumbu kali ya. Kutambahkan lagi bumbunya. Tapi tetap saja aromanya nggak kayak biasanya. Karena keburu kesiangan, kubiarkan saja masakanku begitu apa adanya. Setelah matang, aku berniat membereskan bumbu yang masih tersisa untuk disimpan kembali. Lalu aku melihat ada yang janggal: "Bumbu Racik SAYUR ASEM". Assstaagaaahhhh!!! Aku masak nasi goreng dengan bumbu SAYUR ASEM!!!

Dan akupun terbengong dan merasa konyol...

Mix and Mimik

Hari ini, setibanya di kantor, mendadak aku jadi pengen cappucino. Lebih spesifik lagi nescafe cappucino. Biasanya aku lebih suka indocafe cappucino, karena rasanya ga terlalu manis. Tapi hari ini aku lagi pengen yang manis-manis dan creamy gitu. Aku berniat minta nescafe cappucino dari teman seruanganku yang juga penggemar cappucino. Tapi sayang,stok punya dia uda habis.hiks..
Karena semua OB sedang sibuk, jadinya ga ada yang bisa diminta tolong untuk beliin. Mau keluar buat beli sendiri juga ga bisa. Kubuka laciku, kuperiksa ada apa aja di situ. Lalu terbersitlah dipikiranku untuk membuat sesuatu...

Caffe French Vanilla Latte...


















Hmmm... Not bad...

Ini bukan kali pertama aku nge-mix sesuatu untuk di-mimik (minum dalam bahasa jawa). Dulu saat masih kuliah, aku sering sekali begadang karena tuntutan tugas kuliah, koreksian waktu jadi asdos, atau hanya sekedar surfing malem2. Aku selalu meramu coffeemix, sari jahe wangi, dan energen, yang semuanya kucampur dalam satu gelas besar, dengan air yang banyak biar ga terlalu manis. Biar ga ngantuk, aku perlu coffemix. Biar ga masuk angin, aku perlu wedang jahe. Dan biar ga laper, aku perlu energen. Entah darimana ide brilian itu berasal. Mungkin karena kepepet, jadi terciptalah ramuan itu.hahaha...
Tapi minuman itu enak dan bermanfaat kok... Terbukti hampir tiap begadang dan butuh tenaga ekstra, aku selalu bikin ramuan itu, dan akupun jarang masuk angin meskipun sering begadang.

Sabtu, 18 Mei 2013

Memandang dan Berpikir

Mengutip apa yang suatu hari pernah dikatakan oleh indra, 'paradigma bisa membunuh'
Aku meng-amin-i pendapat itu. Menurutku, jika tidak digunakan dengan baik, cara pandang (paradigma) akan bisa menjadi senjata untuk menyakiti orang lain. Lebih parahnya lagi, bisa membunuh, yaitu membunuh karakter seseorang.

Di sekitar kita banyak terjadi perpecahan dan pertengkaran yang disebabkan oleh perbedaan cara pandang. Mungkin sebenarnya perpecahan atau pertengkaran tersebut bisa dihindari, karena pada dasarnya pebedaan cara pandang itu adalah hal yang wajar,lumrah.
Seperti sebuah koin misalnya. Satu koin memiliki dua sisi. Sebut saja sisi A dan sisi B (kayak kaset aja ya.. :D).
Jika ada orang berpendapat, koin itu adalah A, lalu ada orang lain berpendapat koin itu adalah B, apa yang mereka katakan tidak ada yang salah. Hanya masing-masing dari orang tersebut menganggap bahwa pendapat mereka adalah benar. Lalu, masalah akan muncul jika masing-masing orang tersebut menganggap bahwa diri mereka adalah yang paling benar, dan orang lain adalah salah.
Masalah akan menjadi lebih parah ketika orang yang mengatakan bahwa koin tersebut adalah A (kelompok A) mulai menyalahkan apa yang dikatakan oleh kelompok B, dan begitu pula sebaliknya. Jika sudah terjadi seperti itu, biasanya akan terjadi saling serang, dan saling menjatuhkan. Kedua belah pihak akan saling menyakiti, dan akhirnya saling membunuh. Kira-kira begitulah cara kerja suatu 'cara pandang' yang 'membunuh'.

Jika digunakan dengan cara yang benar, perbedaan cara pandang bisa membangun dan menambah ilmu. Yaitu dengan menerima, membuka pikiran, berpikir secara jernih, dan tidak mencampuradukan suatu pemikiran dengan masalah-masalah subyektif (misalnya ada dendam pribadi dengan orang yang berbeda pendapat/cara pandang). Jika saja kelompok A mau bertanya/mengerti kenapa kelompok B mengatakan bahwa koin itu adalah B, dan kelompok B juga melakukan hal yang sama, keadaan akan menjadi lebih baik. Bahkan masing-masing kelompok akan jadi lebih tahu, bahwa jika dilihat dari sisi lain, koin itu akan terlihat berbeda meskipun koin itu hanya satu.

Tidak usah saling memaksakan orang/kelompok lain untuk mengikuti cara pandang yang kita anggap benar, karena mereka juga punya cara pandang sendiri yang mereka anggap benar.
Jika permasalahannya hanya sebuah koin, mungkin tidaklah terlalu rumit, karena koin adalah benda nyata dan bisa dibuktikan. Tapi akan menjadi rumit jika permasalahannya adalah hal-hal yang bersifat pemikiran atau hal sejenis yang tidak bisa dibuktikan kenyataan/wujudnya. Tapi hanya karena rumit, bukan berarti harus dipersulit. Karena dengan dipersulit hanya akan menjadikannya makin rumit. Rumit jika setiap orang menganggap dirinyalah yang paling benar. -Padahal yang paling tahu pasti tentang hal benar dan salah hanyalah Tuhan (setidaknya untuk orang yang percaya akan adanya Tuhan)-.

Pendapatku benar, menurutku. Pendapatmu benar, menurutmu. Jika aku tidak bisa menerima pendapatmu, maka aku tidak akan memaksakanmu untuk menerima pendapatku. Dan aku harap kamu juga melakukannya. Just make it simple. Jangan sampai cara pandang kita merugikan, menyakiti apalagi membunuh orang lain.
Sebenarnya hidup dengan orang lain itu tidaklah rumit. Seperti kata Dalai Lama; “Tujuan utama kita dalam hidup ini adalah menolong orang lain. Dan jika anda tak bisa menolong mereka, setidaknya jangan menyakiti mereka”
Ya, jangan menyakiti mereka. In case apa yang aku tulis, janganlah menyakiti orang lain dengan cara pandang kita.

---

Tulisan ini adalah buah dari apa yang aku pikirkan setelah membaca sebuah diskusi yang menurutku agak non-sense.

Kamis, 16 Mei 2013

Sweet Distance

Seharusnya tepat sebulan yg lalu adalah anniversary ke delapan.
Seharusnya hari ini peringatan yang dilakukan tiap bulan.
Seharusnya saat ini masih memiliki.
Seharusnya jarak tidak menjadi sejauh ini.
Tapi, hal-hal yang tak terjadi tak seharusnya menciutkan hati.
Karena jika hal-hal tersebut terjadi,
Bisa jadi tiap hari dikuasai emosi.
Bisa jadi tiap hari rajin makan ati.
Jarak tak selalu berarti buruk.
Jarak menciptakan ruang gerak agar tak saling sikut.
Jarak tak membuat terpaksa saling menuntut.
Jarak bukan alasan untuk tak peduli.
Jarak membuat lebih saling menjaga dan mengerti.
Jarak memberi kesempatan untuk memperbaiki.
Jarak memberi kesempatan untuk merajut mimpi.
Jarak membuat segalanya terasa lebih berarti.
Belum pernah aku merasa sedamai ini.
Berjalan dalam kelegaan.
Saling peduli tanpa intervensi.
Menerima dan memberi dukungan tanpa ada pertengkaran.
Mungkin memang jarak ini seharusnya terjadi.
Meski sempat membuat goresan-goresan di hati.

nick,160513

Selasa, 30 April 2013

Makanan Favorit

Beberapa hari yang lalu, sebelum tidur tiba-tiba aku kebayang Sop Ayam Pak Min. Di Jogja, sop ayam ini sangat mudah di cari. Hampir di setiap sudut kota maupun desa, banyak sekali warung makan yang di depannya ada kain berwarna hijau terang dengan tulisan 'SOP AYAM PAK MIN KLATEN' berwarna merah menyala.

Ya, memang makanan enak ini asalnya dari Klaten. Meskipun Jogja-Klaten itu dekat, warung makan ini tetap saja buka cabang buanyaak sekali di Jogja. Dan hampir semuanya laris manis. Sop ayam ini menjadi salah satu alternatif makanku kalau udah mentok, bingung mau makan apa. Selain enak, makanan ini murah meriah. Padahal ayamnya pake ayam kampung lho...

Kembali lagi ke ceritaku. Sebelum tidur,rasanya pengen banget makan sop ayam ini. Waktu bangun, masih aja kepengen. Selama hijrah ke Jakarta, aku baru sekali makan sop ayam Pak Min. Itu pun di Bogor, bukan di Jakarta. Ga mungkin kan ke Bogor cuma buat cari sop ayam.. :D

Keinginanku itu sempat aku tulis di status Facebook. Berkat keisenganku nulis status, aku jadi dapet info kalo di deket kantor ada warung sop ayam Pak Min. (maklum, saya bukan anak gaul, jadi ga ngerti kalo Pak Min buka cabang di deket-deket sini.hehehe.)

Hari ini, setelah mengiming-imingi teman kantor untuk mencicipi sop ayam ini, kami minta bantuan OB untuk nyariin sop ayam ini, dan beli untuk makan siang kami. Puji Tuhan, ketemu. Kami pun makan siang pake sop ayam Pak Min dengan nikmatnya. :)


Dengan ditemukannya warung sop ayam Pak Min ini, maka bertambahlah daftar tempat makan di Jakarta yang makanannya cocok di lidahku. Daftar makanan itu adalah:
1. Soto Ambengan Cak Jito, di Jl Pesanggrahan Jakarta Barat. Ini warung tenda gitu. Bukanya jam 6 sore. Murah meriah dan rasanya mantab! Ini adalah makanan pertama yang aku suka saat awal-awal aku tinggal di Jakarta. Istimewa!
2. Warung Leko spesialis iga sapi penyet, di Jl. Pesanggrahan Jkt Barat juga. Tapi yang di dekat pasar Puri. Jangan tertipu dengan embel2 'warung'nya. Karena ini bukan benar2 warung. Harganya ga murah2 amat. Tapi rasanya, istimewa amat! :D Aku dan teman kantorku sampai menyiapkan budget khusus untuk makan di sini tiap bulan. Tiap makan di sini, pasti makananku habis tak bersisa.hehehe
3. Bebek Goreng H.Slamet, di Jl.Panjang. Sejak di Jogja, aku sudah suka bebek goreng ini. Waktu pertama kali lihat ada bebek goreng H.Slamet di deket sini, aku seneng banget. Tapi sayang, akses ke sana agak ribet. Harus naik angkot berkali2. Dan, temenku ga ada yang doyan bebek. Jadi jarang-jarang deh makan di situ,karena ga ada temen.
4. Sop Ayam Pak Min Klaten (Pak Sipit), di seberang kampus Univ.Mercubuana di Meruya. Belum tahu dengan tepat dimana tempatnya sih. Secara baru makan hari ini.. :D Tapi secara resmi, hari ini aku tambahkan di daftar makanan favoritku.

Ya, itulah Top 4 makanan yang paling bersahabat dengan lidahku. Meskipun aku doyan makan dan pemakan segala jenis makanan, tidak semua makanan bisa membuatku puas dan tersenyum setelah makan. Sejauh ini, baru keempat makanan ini yang terbukti selalu membuatku tersenyum setelah makan.hehe
That's all folks... :)

note:no photos, soalnya begitu dapet ini sop, langung disikat habis tanpa sempat mikir untuk didokumentasikan. :D

Jumat, 26 April 2013

Vanilla Twilight - Owl City

Akhir-akhir ini aku lagi sedikit terobsesi dengan yang namanya Vanilla. Makanan/minuman rasa Vanilla maupun segala jenis wewangian yang beraroma Vanilla, aku lagi suka banget.
Beberapa hari ini aku juga lagi menulis sesuatu tentang Vanilla. Saat aku tahu ada lagu judulnya Vanilla Twilight, aku coba buat dengar lagu ini. Ternyata aku juga menyukainya. Bukan karena judulnya, tapi karena lirik lagu ini ada kemiripan dengan tulisanku tentang Vanilla. Inilah lirik lagunya, dan tunggu si Vanilla yang sedang ku buat muncul dalam blog ini... ;)


Vanilla Twilight, By:Owl City

The stars lean down to kiss you
And I lie awake and miss you
Pour me a heavy dose of atmosphere
Cause I'll doze off safe and soundly
But I'll miss your arms around me
I'd send a postcard to you, dear
Cause I wish you were here

I'll watch the night turn light blue
But it's not the same without you
Because it takes two to whisper quietly
The silence isn't so bad
Till I look at my hands and feel sad
Cause the spaces between my fingers
Are right where yours fit perfectly

I'll find repose in new ways
Though I haven't slept in two days
Cause cold nostalgia chills me to the bone
But drenched in vanilla twilight
I'll sit on the front porch all night
Waist deep in thought because when
I think of you I don't feel so alone

I don't feel so alone
I don't feel so alone

As many times as I blink
I'll think of you tonight
(Tonight, tonight, tonight...)

I'll think of you tonight

When violet eyes get brighter
And heavy wings grow lighter
I'll taste the sky and feel alive again
And I'll forget the world that I knew
But I swear I won't forget you
Oh if my voice could reach back through the past
I'd whisper in your ear:
"Oh darling I wish you were here"